jeritan hati mahasiswa mahasiswi yang baru lulus atau sedang memasuki semester 10 :
“kami rindu masa – masa itu. masa tolol2an dulu
“.
waktu dimana kita melakukan kegiatan2 itu.. nongkrong2 menikmati dunia. sekedar bersenda gurau dengan teman.. , kumpul – kumpul, nonton acara kampus.. ospek.. nginep di kampus.. ah pokoknya kegiatan yang rame-rame lah…”
Ya tapi ini lah hidup. the show must go on. Inilah salah satu tahap proses pendewasaan diri. setiap individu akan terus berjalan sesuai dengan jalan yang ia pilih. mungkin ini lah waktu merenung kita sebagai individu yang hidup di dunia ini.
Ntah apa yang akan terjadi dalam beberapa tahun kedepan, yang jelas di saat ini lah gw memikirkan untuk mencari pendamping hidup. ya pendamping hidup sebagai istri.. (tapi tenang kawan, kalo pernikahan mah masih jauh.. cari modal dulu.. kerja aja belom
) yang akan menemani ku sepanjang hidup karena gw mulai merasa bahwa manusia memang ga bisa untuk hidup sendiri kita butuh pendamping untuk menikmati perjalan ini. pendamping hidup adalah teman juga kan.. teman untuk berbagi suka maupun duka…
Sukses untuk semua!! mari kita jalani hidup ini sesuai dengan jalan pilihan kita masing – masing….
Besok pagi lari pagi ah :p. mari kita lihat dunia di luar sana…
Allah engkau adalah Sang Pemilik.
Ya Allah alhamdulillah atas izin-Mu aku sudah lulus. Ya Allah saat ini aku sedang bingung.. Bantu aku Ya Allah. Aku ingin mencoba memahami arti hidup ya Allah. aku akan melakukan perjalanan ke Bali mungkin, seorang diri. Bantu aku ya Allah. Bantu aku dalam merencanakannya dan menjalankannya nanti. aku ingin melepaskan sejenak pikiran ku dari kehidupan di dunia ini. Bolehkan ya Allah aku “berhenti sejenak” dari putaran bumi ini.. izinkan aku ya Allah menikmati ciptaanmu seorang diri hanya dengan-Mu ya Allah..
“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.”
abis blogwalking trus ngebaca perbedaan antara wanita dan pria. yang paling keinget ialah (katanya) komitmen. Men affraid of commitment.
Ada benarnya mungkin. sebab gw sebagai laki – laki berpikir seperti itu. bukan takut si tepatnya, cuma (gw) sebagai laki – laki yang berpikir rasional jika sebuah mengikrarkan komitmen maka haram bagi gw untuk melanggarnya. lebih baik gw bilang berkomitmen rendah dulu untuk saat ini daripada gw mengumbar janji – janji kosong.
sorry bagi wanita yang merasa kesel dengan status ketidakjelasan ini. tapi itulah pria, kami pria mempunyai pikiran yang lebih jauh
(tapi tentu saja kami pria butuh kehangatan hati seorang wanita agar kami tetap bisa berpikir secara objektif).
1. Have you found joy in your life?
2. Has your life brought joy to others?
Diambil dari film bucket list