hening...

| December 9, 2010

Dari piala AFF, semangat nasionalisme bangsa ini kembali bergelora. Entah karena kebetulan dilatih pelatih asing dan tambahan dua pemain naturalisasi, nampaknya permainan relatif meningkat, walaupun belum cukup settle. Rasanya seperti sudah akut mengalami inferior kompleks. Jikalau bersama asing, rasanya kemampuan pun ikut meningkat, so do tis and tat. Namun tak bisa dipungkiri jika memang didikan asing ternyata memang bisa membawa hasil yang lebih baik.

Lagi, fenomena nasionalisme muncul ketika bangsa ini mempunyai ‘musuh bersama’. Semua orang berbondong bondong mengatakan ‘Garuda di dadaku’ ketika dihadapkan pada negeri gajah putih.Diiringi lagu Netral – garuda di dadaku, merinding rasanya ketika BP menjebol gawang Thailand yang kedua kalinya.

Mungkin dari perhelatan piala AFF ini ada sedikit yang bisa kita pelajari. Bahwasanya kemampuan bangsa ini pun mempunyai potensi yang luar biasa. Tanpa mengurangi appresiasi saya terhadap Irfan dan El Loco, saya kira produk lokal seperti Bambang Pamungkas sangat lah hebat. Belum lagi rasa nasionalismenya terhadap merah putih sudah tak terbantahkan jika melihat tulisannya disini.

Ah, andai saja kita (termasuk saya) semua bisa melepaskan ego untuk kemajuan bangsa. Andai saja kita bisa merubah mindset romantisme  nasionalisme kita, dari sekedar teriak ganyang mengganyang negeri sebelah  menjadi tindakan konkrit bekerja memajukan perekonomian bangsa.

Mungkin karena terlalu lama dijajah, kita kian ‘sabar’ menunggu datangnya ratu adil yang mampu menakodai bangsa ini sehingga kita dengan mudahnya menyatakan mengalamai krisis kepemimpinan.

Terkesan utopis memang, tapi optimisme itu kan harus tetap selalu ada. Moga2 makin banyak manusia Indonesia yang dengan alasan yang sangat terdengar klise itu memang tulus ingin memajukan negeri ini.

*bercermin diri*

Terbanglah garudaku, majulah Indonesiaku.


Posted in serius-an

7 Comments »

  1. hidup nasionalis dit!😉
    sama gwe juga merinding pas dengerin lagu Indonesia Raya + Garuda didadaku heheheh

    Comment by Wiwin Siswanty — December 15, 2010 @ 5:42 pm

    • hiduuup… hehehe.. mudah2an makin banyak orang yang punya optimisme itu.

      Comment by aditz86 — December 15, 2010 @ 6:26 pm

  2. Walo gw bukan penggemar irfan bachdim, gw setuju ditz sama artikel lo. Pengen nulis ttg kesebelasan timnas, tapi blon sempet dan emang bingung mau ngomong apa:) Abis, kadang euforia bangsa terlalu berlebihan terhadap sesuatu hal(misal:batik) tanpa tau apa yang jadi latar belakang dan esensinya.

    Yang penting, euforia ini bertahan lama. Dan setiap pemain di olahraga apapun dihargai dengan pantas oleh negeri kita.

    *lagi serius ni… T___T”

    Comment by Utie — December 15, 2010 @ 10:02 pm

    • setuju!

      Comment by aditz86 — December 15, 2010 @ 10:53 pm

  3. eh eh eh… ditz, gw dapet kerjaan baru yang enak gitu. Doain lancar&betah ya aditz! ^_^

    lalalalala… happy! >_<

    Comment by Utie — December 28, 2010 @ 10:47 am

  4. piala AFF kemarin, Bambang Pamungkas menujukkan sebuah daya juang yang tinggi di lapangan… mengingatkan kita kepada Jendral Sudirman saat perang gerilya…

    JAYA GARUDA, MAJULAH INDONESIA

    Comment by Doni — January 25, 2011 @ 10:16 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: